Percakapan Imajiner (1)


DSC_1622

Candi Dasa

Di kepala ini, ada satu anasir yang berjalan menyimpang dari kawanannya. Antusiasme untuk menuliskan topic yang serius, teralihkan oleh “distraksi” ini. Beranjak dewasa, taman bermain menjadi tempat yang begitu horror sekaligus artifisial dan manipulatif. Saya berdamai dengan energy itu, mengendurkan kekang yang menegang sekaligus mengencangkan kekang yang kendur.

Aku sering bercakap-cakap dengan diri sendiri sembari memikirkan momen-momen di masa lampau; seolah-olah sedang berbincang dengan seseorang itu. Temukanlah rumah yang tepat pada suatu hari nanti, berteduhlah di sana dari gerak-gerik cuaca yang tak pernah bisa tepat dibaca. Lekaslah sembuh. 🙂

Salam hangat,

Aditha

Advertisements

One thought on “Percakapan Imajiner (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s