Keping Purnama



Keping Purnama.
Sejarah, tidakkah ia lari begitu tergesa?

Bagaimana aku bisa lupa, apa yang selalu dijatuhkan tiap purnama datang. 

Punggung-punggung yang berpamitan atau percakapan di antara dua gelas kaca. 

:dan hal-hal di antaranya.

Betapa, isi sebagian kepala tidak pernah beranjak dari memori yang begitu manis 

Adalah aku, kamu dan beberapa kita yang hidup dari kelindan percakapan yang bias. 

Ada yang sudah menjerat kita sebegini bebal.

***

A.Ditha

Kerobokan, Purnama Kasa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s