Efek Rumah Kaca


image

Bahagia, rindu saya sudah tertuntas. Sabtu malam tadi, Efek Rumah Kaca manggung lagi di Bali, Sanur.  Kekaguman yang masih sama, bukan sekadar musik yang hingar dan menghentak, Liriknya, ya kekuatan Liriknya jauh melesak ke memori. Ragam isu – penghilangan aktivis, bencana asap, kekeringan, politik, sampai perkara kenakalan remaja hingga komersialisasi, hadir di lagu-lagu mereka. Dan itupun, dikomposisi tidak dengan sembarang diksi, jauh dari banal, begitu kuat sekaligus puitis. Saya pribadi bilang, lirik-liriknya, yaa adalah semacam agitasi yang sangat halus, cerdas dan sangat berisi. Saya terpengaruh. Saya pun banyak belajar dari lagu-lagu ERK.

Dibuka dengan Kamar Gelap, disusul Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa. Ada sedikit bias dengan perangkat suara mereka di lagu pertama masuk kedua. Tapi seiring waktu, tetap sangat bisa dinikmati dengan berapi-api. Heuheu. Lalu berlanjut ke Sebelah Mata, Hujan Jangan Marah, Banyak Asap Disana, Biru, Di Udara, Mosi Tidak Percaya, Jalang, Cinta Melulu dan tentu saja Desember sebagai penutup, selalu. (Saya lupa, kira-kira lagu apa yang ketinggalan ya?)

Sesi ketika Biru masuk hingga lagu terakhir dimainkan bener-bener bikin berdecak. Adrenaline, cieh, berasa melaju lebih cepat ketika Di Udara dan Mosi Tidak Percaya dinyanyiin. Imajinasinya, lagu-lagu itu pantas dan terhormat untuk jadi backsound march-march perjuangan. Garang.😀 Saya selalu suka dengan nukilan lirik Desember yang, seperti pelangi setia menunggu hujan reda. Memorable. Kenapa Desember, Hujan, Pelangi dan seterusnya? Komposisi yang pas. Ode yang sangat indah di bulan kelahiran saya, hiihi. Terus dan terus saya gumamkan itu. Sekarang, Cipta Bisa Dipasarkan adalah kesukaan. Dari petikan di intro sampai terakhir, dudududuudduu aduhai sekali. Liriknya:…  amarah angan-angan berhamburan berkejaran / akan terus mendera / hingga titik terangnya… kegelapan masih membayang / menyelimuti menolak pergi / mencari ruang terang di tempat/ dan menjadi ironi…  Itu refrain yang indah.😀

Ah saya, terlalu larut dengan rapsodi sendiri. Tapi, ya kami generasi yang memang ingin lebih bergizi bukan yang mal nutrisi.

Selamat malam.

Bolehlah sesekali tinggalkan lagu-lagu cinta melulu yang mendayu-dayu yang sendu sendu itu, dengerinlah Efek Rumah Kaca.😀

Selamat berakhir pekan.😀

A.Ditha

image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s