Hal-hal yang Bukan Soal Perempuan Patah Hati Saja


Perempuan

Sabtu yang biasa saja. Satu set daftar main lagu – lagu Cold Play melayang melalui earphone. Saya putuskan, ini harus dilengkapi dengan bacaan yang ringan. Saya koreksi, bacaan yang menarik. Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi. Mari.

Di pertengahan cerita, saya berpikir: Aku adalah sosok yang sangat multi peran. Aku bisa menjadi seekor gajah, mantan pelacur, imigran, istri, banci dan seterusnya. Karena perkara realita banyak macamnya, maka terberkatilah kata-kata. Dengan imajinasi dan improvisasi sang penulis, tak ada yang lebih menyenangkan dari membaca kumpulan cerpen. Termasuk Kumcer dari Eka Kurniawan ini.

Banyak orang Indonesia yang menjadi imigran di Negara orang. Tidak Cuma persoalan mengejar ekonomi semata, tapi dalam beberapa cerita ada isu soal prostitusi, legalitas dan mungkin identitas. Ya, katakanlah kelamin adalah sebuah identitas seksual. Penafsir Kebahagiaan adalah bintang lima saya. Ada juga Pelajaran Memelihara Burung Beo dan La Cage aux Folles. Tiga cerpen itu punya kesamaan, sama-sama menuturkan kisah perantauan. 

Fabel begitu dekat masa kecil. Setidaknya bagi saya. Ada pelajaran misalnya dalam dongeng si Kancil, dan tokoh tokoh binatang lain. Pesan moralnya; selalu ada hukum karma bagi tokoh yang jahat dan tentu saja kita harus menimbang-nimbang tiap kali akan berbuat sesuatu yang tidak baik. Ada cerita yang tokoh utamanya adalah binatang di sini. Ingat dengan cerita Anak Itik yang Buruk Rupa? Menurut saya, Kapten Bebek Hijau adalah improvisasinya. Begitu pula dengan cerita: Membuat Senang Seekor Gajah. Keluguan bocah pun, kadang bikin ngenes hati. Antara membikin kebahagiaan dan ketiadaan kehendak berpikir dua kali, itu bisa hanya terpisahkan jarak kosong koma sejuta sepersekian 1 inci ya. Menarik sekali. (Tiba-tiba saya teringat klip video Cold Play Paradise). Ironi. Rasa-rasanya ending yang bahagia adalah sebuah klise. Dan kita perlu ironi untuk ending yang segar.

Mari kita menuliskan tentang: Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui MImpi bolehlah saya singkat, PPHKMCMM. Saya lalu ingat dengan novel Queen of Dreamsnya Citra Banerjee. Ya sama-sama membahas soal mimpi juga. Tapi Perempuan Patah Hati … ini, menarik bagi saya karena judulnya. Apa yang terjadi ya? Oh pasti dia ketemu pasangannya dari bermimpi setelah mengalami lara ditinggal nikah sang calon mempelai suami,. Dan ya seperti itu.

Selain ironi, saya rasa cerita-ceritanya punya rasa humor yang hmm.. genit dan gelap. Itu saya rasain pas baca Gerimis yang Sederhana dan Penafsir Kebahagiaan.

Lewat kata-kata kita menggerakkan benda mati. Cerita Batu misalnya. Batu, masa iya bisa balas dendam? Ini baca dulu cerita batu. Dan karena cerita ini, saya jadi melihat (ulang) sekeliling, benda mati sekitar kita meski bisu ia adalah saksi.

Ada 15 judul dalan Kumpulan Cerpen ini, dan hampir semua 14 judulnya pernah dimuat di media; Gincu Ini Merah, Sayang, Membuat Senang Seekor Gajah (belum pernah dimuat), Jangan Kencing di Sini, Tiga Kematian Marsilam, Setiap Anjing Boleh Berbahagia, Teka-Teki Silang, Membakar Api, Pengantar Tidur Panjang.

Setelah saya membaca Kumcer ini, Ga salah kalau orang bilang: ia, Eka Kurniawan, bak sebuah sumur. Dan ya memang begitulah yang saya amini. Kumpulan cerpen ini variatif dalam ide. Sungguh menarik. Selamat Membaca. Salam.🙂

A.Ditha

One thought on “Hal-hal yang Bukan Soal Perempuan Patah Hati Saja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s