Lelaki Harimau: Sebuah Surealisme


image

Eka Kurniawan adalah awal pertama saya membeli buku ini. Lalu judulnya, Lelaki Harimau membuat saya menaikkan alis sebelah. Lalu membaca narasi singkat di sampul belakang, saya putuskan untuk membaca isinya.

Ada harimau di dalam tubuhku.

Tafsir adalah ruang yang tak terbatas. Fiksi adalah ruang yang bebas memperlakukan imajinasi. Well, setidaknya dari Lelaki Harimau, ada sebuah nilai yang saya timbang-timbang. Kadang Surealisme punya sisi tak terduga yang punya kaitan erat dengan diri kita, laku kita.

Adalah Margio sosok protagonis di sini. Ia adalah anak sulung. Anak lelaki. Pekerja keras. Penggiring babi yang sangat dihandalkan. Seorang pecinta. Sekaligus seorang pembunuh yang kejam.
Ia besar oleh sikap keras dan perlakuan kasar ayah kandungnya serta potret ibunda yang melulu muram dan menderita oleh sisaan sang suami.
Fenomena yang sederhana, bercerita tentang nasib buruk sebuah keluarga. Lika liku impian yang digembungkan dan dihempaskan, bumbu mitos, realitas yang dekat, drama cinta tak sampai, perselingkuhan, adalah benang rajutan dari Lelaki Harimau.
Yang suka dari sang penulis, adalah gaya yang ia pakai; flashback. Rajutan- rajutannya padu.

Sebagai pembaca yang sekadar, gaya yg dipakai utk menyuguhkan isu-isu di atas sangat menarik. Saya terkesan pada isi setiap bab. Ending sudah ditampilkan di awal. Masuk ke pengenalan, sejarah singkat lalu penutup. Margio adalah sosok yang dengan polosnya mengaku bahwa ada harimau di dalam tubuhnya, tubuh manusianya.

Selamat membaca.

A. Ditha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s