Crush


image

Selamat malam. Apakah kamu sedang jatuh cinta?

Dalam suatu percakapan yang ganjil, saya bertanya dgn teman saya. Where loves come fcrom?
Karena sebuah mula, pertanyaan itu mengobrak abrik keluguan saya.

Ada lelaki yang sepertinya bukan tipikal pendamping hidup yg reliable. Lelaki itu seorang Leo. Dalam sebuah tegur sapa yg konyol, sebuah gelas dengan tulisan zodiac Gemini bisa jadi perkara awal jatuh cinta.

Lalu, basa basi itu mengalir persis air yang mengalir dari dispenser ke bibir gelas. Hm. Zodiakku bukan Gemini tapi Sagitarius. Kamu apa? Leo. Oh Raja Hutan ya. Hm tidak juga dan bla bla bla. Apa kita bisa cocok? Aku tahu kamu bercanda, karena kamu bilang: mungkin bisa jadi pacar ya? Huft. Aku tertawa. Bye bye, kataku. Katamu, kenapa bye bye.

Setelahnya. Aku jadi berbunga. Diam diam ada kuncup kecil, mekar pelanpelan.

Aku suka melihat waktu. Menunggumu datang. Dan menduga apalagi yang kamu akan lakukan. Di mana saja, atau di tempat yang itu juga kita bertemu.

Dear Mr. Leo,
I think I have a little crush on you. *Safe flight*🙂

Pada kertas berwarna merah muda aku menulis. Aku tidak tahan, sebab kamu akan pergi jauh. Di satu malam, aku menghampirimu meletakkan kertas merah muda itu.

Hari ini adalah Jumat. Aku yang biasa khidmatkan jumat sebagai nikmat, membikinku berdebar.

Aku bertemu kamu lagi, dalam temu yang tibatiba. Di muka pintu. Kamu menyilakanku, tapi aku tak bergeming. Aku ingin bicara dgn seorang lain, dan ya sambil menunggumu berlalu. Kamu berbicara dgn nada cukup tinggi, Why do u need to talk to him? Aku diam dan tersenyum.

Lalu, aku melihat kamu dari balik kaca. Aku ragu. Lalu aku putuskan masuk ke ruangan itu. Kamu sedang asyik bicara dgn orang lain.
Aku bertanya soal kertas pink. Kamu bicara. Aku terus bertanya. Kamu menjawab. Kamu bicara dgn orang lain. Aku bicara dan kamu juga bicara. Lalu kamu berhenti, dgn wajah bingung kamu bilang: aku bukan cowok baik.

Aku tidak berharap kamu jadi lelaki baikbaik. I just have a little crush. Kamu mabuk. Ya, aku terima. Tapi kamu bicara dgn sgt sober. Mulutmu badanmu, tak berbau pengap alkohol. Aku tak perlu menduga dan mendebat. Karena kamu adalah teman bicaraku yg weird dan smart. Aku maklum. Kami tersenyum. Kamu mengumpat waktu. Sore tadi, aku minta kamu bukakan pintu untukku. Entahlah, kamu akan ingat utk bawakan aku hadiah? Jangan kue. Karna aku tak akan bisa awetkan kue. Kamu meminta gelas Geminiku. Aku tak bersedia.

Aku konyol, jatuh cinta dgn seorang yang asing. Ya, Just a little crush…

Jatuh cinta kenapa melulu pada orang yang keliru. Kenapa cinta tidak bisa kita tipu. Aku dan laki-laki siapakah yang akan jatuh dan menemukan…

*
Dalam perjalanan pulang, lagu Joan Osborne menemaniku. One of Us. Liriknya bikin mental-mental. Kamu mewujud keping ingatan lalu lalang di kepala. dalam satu lirik aku ikut bergumam: “…just a stranger on the bus trying make his way home…”

Kamu, Daniel, bila ingatan seumpama nyala api di sebatang lilin, maka kamu akan terus abadi dalam cerita ini. See U When I See U. XO.

Antasura, Bali. 11 – 12 bulan tujuh. Purnama. Bulan penuh.

DITHA

One thought on “Crush

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s