Icip Icip di MY Kitchen Sanur


image

Makan boleh dibilang bukan semata urusan mengenyangkan perut. Ia bisa jadi menjelma sebagai sebentuk kerinduan akan kampung halaman.

Di antara meja kayu dan piring-piring makanan yang tandas, percakapan kami dilatari oleh Redemption Songnya Bob Marley. Malam itu, Kamis 30 Januari 2014 makan malam kami superb sekali. Di Warung Lapau Sanur, kami dapat nyobain Nasi Lemak, Roti Canai dan Teh Tarik yang dipersembahkan GRATIS oleh MY Kitchen diiringi musik akustik Riwin Dacuba n Friends.

Kami ini diantaranya adalah para blogger, penggiat sosial media dan penggembira Bali Blogger Community. Ada mas Anton Muhajir, Mbok Luhde, dan 2 jagoan nawalapatra-nya, Gus Tulang dan Bu Rara, Arlan, Mahayanthi dan Agus serta sayah!

Ceritanya kami sama-sama dapat undangan mencicipi menu makanan khas Malaysia itu dari Zul. Zul ini berteman dengan Sam, pemilik MY Kitchen. MY seperti kata Sam, adalah semacam abreviasi dari Malaysia.

Yap, bagi sesiapapun yang doyan berwisata kuliner bisa coba makanan dari dapur MY Kitchen. Menunya ada roti canai, nasi lemak, teh tarik, mee goreng, dst. Harganya pun relatif terjangkau. Kami semua berkesempatan cicipin nasi lemaknya, roti canainya yang garing dan teh tariknya yang manisnya pas. Saya pribadi menikmati roti canai dan teh tariknya. Lezat! Di nasi lemaknya, isiannya adalah sambal, telur ayam rebus, seiris timun, kacang – teri goreng, dan kari.

Kebetulan malam itu Bu Rara bawa camilan dari Malaysia. Indian Cracker. Camilannya seperti potongan kecil mie goreng dgn kacang polong. Kata Zul namanya Maruku.

Selama beberapa menit ia mengudap makanan itu, katanya rindu juga makan makanan ini. Kerinduan. Mungkin itu juga adalah salah satu alasan kedai itu hadir. Bagi perantau yang jauh dari kampung halaman, ada kerinduan yang bisa dipuaskan oleh indra pencecap: lidah. Yap lewat makanan.

Itu juga yang dibilang Sam. Sam yang bernama lengkap Sam Raja Aziz, cerita, ia sudah cicipi beberapa masakan khan Malaysia di Bali. Tapi ada saja yang tak memuaskannya. Alih-alih meredam rindunya pada masakan khas kampung halamannya Malaysia, ia yang juga doyan memasak ini, membuka MY Kitchen. Beberapa mahasiswa Malaysia yang bersekolah di Bali kerap jadi pengunjungnya.

Malam semakin larut. Yang tersisa dari gerombolan itu adalah, saya, Maha, Agus, Zul, Sam dan Radi.

Zul, Sam dan Radi memang merantau jauh dari kampung halaman. Tapi selama nasi lemak, roti canai, teh tarik masih terhidang,
rasanya ada seremah nuansa kampung halaman yang bisa dicicipi.

Nah, bagi yang senang juga mencicipi masakan khas Malaysia, ingin memperkaya lidah kalian
dengan tawaran rasa yang berbeda, bisa coba datang ke Sanur. Di Lapau. Masuk saja ke dalam. Di sisi kanan akan ada stan-stan makanan. Di antaranya ada MY Kitchen. Selamat Mencoba ya!
image

image
image

image

image

A. Ditha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s