Life is Good: Pemuteran – Munduk


image

Lebih jauh dari rumah. Kami ke Barat lalu Utara, menepi di laut dan terus terus lagi menuju tanah berkabut. Sebab kaki-kaki kami ingin berjalan lebih jauh dari rumah, kami para pejalan yang haus dan harus dibasuh perjalanan..

Ke Laut yuk. Di satu malam yg entah kapan, saya mengirim pesan ajakan itu ke Intan dan Maha. Beberapa hari setelahnya, trip kami menuju Barat – Utara kejadian. Kecuali Intan, Saya berangkat bersama Maha dan Agus pacarnya serta 5 orang teman perjalanan baru. Jadi liburan akhir pekannya jadiii!!!!

Sabtu, 11 Januari 2014 sekitar pukul 8 malam kami berdelapan berangkat dari kediaman Emik di Peguyangan menuju Pujungan, Tabanan menginap di rumah Arif. Jalur Tabanan – Negara lumayan padat, apalagi dgn adanya pembangunan jalan baru. Mahcet. Kami mengambil jalan Seririt – Pupuan. Ya, karna kami bermalamnya di Pujungan. Tiba di rumah Arif, Godoh – pisang goreng sudah siap masuk perut dengan santapan terakhir nasi kuning di malam sabtu itu.

**
Pagi dingin di Pujungan. Puncak Batukaru terlihat dari jendela kamar. Selepas sarapan, pukul 8.40 wita kami berangkat menuju Pemuteran. Dari Pujungan lurus terus ke Seririt lalu ikuti jalan menuju Gerokgak. Kami tiba di Pemuteran kirakira pukul 10.20 wita. Tempat Snorkeling hari itu di Pemuteran. Namanya usaha Snorkeling Desa di Pemuteran. Tempatnya di dekat pantai di kedalaman 2 – 4 meteran. Terumbu Karang di sana adalah buatan yang dikembangkan sejak tahun 2000. Tapi, tapi, cakep juga lho. Warna-warni besar besar. Ikan-ikannya Juga sehat dan cantik. Ga kalah sama di Pulau Menjangan kok. Cuma memang area tanam terumbu karang  ini ga terlalu luas.
Beberapa diver juga terlihat hendak menuju laut dalam. Ada setidaknya 2 rombongan yg saya lihat. Kata Bli Kadek Ayu, salah satu dive master PADI di sana, setelah lokasi terumbu karang buatan, sekitar 100 meteran ke utara, di sana ada coral coral alami.

image

image

image

Gapapa, buat orang-orang yg rela jauh-jauh ke utara pulau demi nyebur di pantai yang terumbu karangnya aduhai, its so memorable.

Sayang, sampah2 plastik – popok dan sebangsanya bertebaran di laut, agak mengganggu.

Oya, untuk harga sewa 1 set goggle dan fin adalah Rp 25.000. Tapi harus dilihat-lihat lagi pipa udaranya. Kami berhenti pukul 1 siang. Saat itu sudah mendung, dan berangin.

Selepas berganti pakaian, kami makan siang di dekat sana. Warung makan Makassar pinggir jalan. Di salah satu papan tertera tulisan: dijual tanah seluas 111 are. Di belakang area tempat kami makan itu memang luas, berhadapan dgn laut. Kata suami Ibu Denta- sang tukang masak, yang saya lupa namanya, tempat itu dulunya adalah pembenihan nener, Bandeng yang akan dibawa Makasar. Tapi karna perusahaannya bangkrut, jadi mangkrak. Katanya, kelak tempat itu akan dijadikan hotel.

***
Pulang! Jalan kami menuju pulang adalah Seririt – Mayong – Banyuatis – Munduk – Tamblingan – Bedugul – Baturiti – terus ke Peguyangan.
Dan perjalanan ini bikin saya bergidik. Duh duh duh Gusti.
Kami sempat berhenti di Munduk dan Tamblingan. Dan, duh rasanya Jatuh Cinta berkali-kali. Gusti, Gusti maha kreatif sekali..

image

image

image

Salam,

A.Ditha

3 thoughts on “Life is Good: Pemuteran – Munduk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s