Keping Keenam: Psikonavigasi


image

maka hati yang berbahagia adalah juga jalan menuju rumah.

awal minggu bulan ke delapan. Agustus begitu kita menyebutnya. Di sana barangkali risalah seorang raja yg digemakan namanya melewati masa ke masa. Kepadamu, kepada kamu yang bersetia pada kesabaran, hati yang berbahagia, adalah percakapan yang tetap menjaga kewarasan.
Maka, inilah cerita itu. Semacam kelumit hari-hari yang gegas dan hati yang kerap limbung.

**
Aku baru saja selesai mengawali penasaranku soal Kalimantan, tepatnya Dayak. Setelah aku luntanglantung di situs cari, terjerembab dalam cerpen Linda Christanty, aku selesaikan juga bab akhir dari rangkaian cincin api Blair. Dayak. Barangkali psikonavigasi itu ada. Aku masih tunggu kamu duduk di samping aku.

Aku lalu ingat dgn senior kuliahku pas di Akademika. Regina namanya. Aku diberinya buku Tuesdays with Morie. Baru sekarang aku takluk pada buku itu. Meminati tiap lembar halamannya. Hai Mba Re, tengkiu bukunya. :-)  Buku itu sedikit menyerap antipatiku.

Tapi apa yg aku ingin ceritakan padamu adalah soal fase. Soal sebab akibat. Dan perihal perihal lain yang mampu diingat sekejap oleh kepalaku.

Agar kamu tahu, hari ini aku tidak sedang rindu. Aku ingin merasakan. Aku sedang tidak ingin menolak. Entahlah, tidak sedang terjadi apaapa. Aku hanya sempat berkunjung ke rumah maya seseorang, mengisi ulang pulsa dan membalas pesanpesan yg sudah kadaluarsa. Ah aku, betapa antipatinya. Betapa ignorantnya.😐

Aku lupa apa yang ingin ku ceritakan padamu…

sedari tadi aku sudah memikirkannya. Betapa kamu adalah satu dari sekian hal yang aku relakan.

Kamu, aku belum juga tahu, kamu yang mana yang aku tuju. Hidup yang sehat ya, Kamu. Pasti kita ketemu. Jalan-jalan di taman kota, berenang di laut, berjalan kaki di bukit, atau duduk berhadapan di perpustakaan.

Kamu, rindu itu bisa jadi titik balik?

yang menunggu sahutan,

AsthaDitha

One thought on “Keping Keenam: Psikonavigasi

  1. You should write a book my friend😉.

    FYI, I think we should write it as “kedaluwarsa” from word “dalu” and “warsa” (old and year) instead of “kadaluarsa”.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s