Cie, Curhat Ya. Iya.


image

Sabtu malam, ketika diri ingin sekali menjadi jujur tanpa gengsi setinggi langit ketujuh.

Boleh ya provokatif dikit sama diri sendiri.

Well, saya akan curhat. Tentang hati dan kisah kisah asmara yang entah. Biasanya, pasang headset di kuping selintas memori itu bisa kerendam. Sayangnya, malam ini itu ga mempan. Saya, benarbenar harus jadi innocent, ngaku kalo saya terlalu utopis!
Glek!

Ceritanya, bermula dari sebiji hape lapuk. Hape soner item yg saya pindahhak-kan ke sukasuka saya sejak tahun 2006an akhir. Kondisi fisiknya masih bagus sampe sekarang kecuali batrenya aja yg dodor. Lemah di daya. Kenapa saya ganti hape? Capek.

Kalo orangorang memutuskan kontak dgn masalalunya (baca; kisah cintanya yg pahit) dgn cara ganti no hape ato menghapus semua historinya, kalo saya sebaliknya. Saya ga ganti nomor ato ga hapus semua histori. Oia, histori dsni lebih ke teks yakni pesan sms. Nah, itu. Hape saya itu adalah monumennya.

Cerita berikutnya adalah perihal perihal yg di-skip-kan.

Malam ini saya pingin jejalan bareng dgn masa lalu itu. Ngobrol. Jujur mesti dikatain omong Kosong. Menyalami masa lalu kadang adalah sebentuk therapy. Apa yg dulu jdi jarak, jadi sekat buat saya leluasa menerima dan berhubungan, saya pingin perbaikin skrg. Telat? Iya. Minta dikamplong nih sayanya.
Garis kerasnya: menjadi jujur. Iya jujur soal apa? em, cinta yg universal mgkn? Yang kaya apa? Em, pertalian
yg awet mgkn. Maksudnya? Ah. *rasanya pingin ngomong langsung dan natap mata kamu dalamdalam*

Eh, diri ini tipikal kagok-an dan gengsi-an lho. *pasang papan nama di jidat*
Sederhananya, kalo kamu CINTA diperjuangin dong. Batu aja bisa luluh karna air. Masa Hati yg lunak aja engga bisa luluh?
Ih, usaha dong kaya Iron Man.
Wkwkwkwk.

Hai, mari kita kecap manisnya gula sebelum kita berpisah di persimpangan masing-masing.

Confession? Indeed. So bring it back the love, dear.

Caution: Tidak mengandung sejumlah nama apapun dan penujuan yg khusus.

Hahihuheho,

A.Ditha

Jika memiliki itu butuh syarat,
Kepadaku, kamu cukup memberi isyarat: menjadi seksi karna kedewasaan isi kepala dan lakumu,
maka kamulah yang terhormat itu lelaki. Tak ada lagi syarat.

7 thoughts on “Cie, Curhat Ya. Iya.

  1. Saya ga ganti nomor ato ga hapus semua histori <<— nyindir aku??

    Garis kerasnya: menjadi jujur. Iya jujur soal apa? em, cinta yg universal mgkn? Yang kaya apa? Em, pertalian <<— maksudnya?? deeper relationship, kan?? hahaha

    Tidak mengandung sejumlah nama apapun dan penujuan yg khusus <<— bohooooong!!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s