Dan Jatuh Cintalah, Saat Senja Begitu Menawan : Yogyakarta I


Boko, Yogyakarta

Boko, Yogyakarta

Satu hal, bila kamu menemukan senja yang menawan dan hatimu benar-benar kesepian, tak ada pilihan: Jatuh Cintalah dengan Lelaki yang membuatmu sangat nyaman di Kota Berhati Nyaman..

“Pulang ke kotamu ada setangkup haru dalam  rindu”          

Desember 2011, adalah bulan ketika kaul akhirnya ditebus. Yap, sehabis lulus kuliah pergi ke Yogyakarta untuk sebuah entah adalah tujuan. Cukup lama jadi penganut asketisme sesaat dengan bacaan skripsi, Yogyakarta adalah kota pilihan untuk JATUH CINTA yg melankolis lagi!

KLA, memang jagoan dalam bikin lagu Yogyakarta. Ia akan jadi ode sepanjang abad. Kandungan antara romantisme, nostalgia dan hayo tambahkan saja. Meleleh deh.🙂

Saya memilih menuju Yogyakarta dengan bis. Cukup ridiculous, biar tambah kerasa melankolisnya. Krik. Tiba di Yogyakarta, teman yang baik hati menjemput. Ia saya bilang baik hati, karena mau direpotin serepot-repotnya ia mesti kuliah – kerja – mengurusi pendakaian ke Merbabu – PP Pakem Magelang – dll. Kami ketemu lagi setelah setahun ga ketemu.

Yogyakarta: Selamat Datang Di Kota Berhati Nyaman. Aduh nyaman, apalagi dekat masnya. Hihihii.

Saya menginap di Pakem, pemondokan paling oke, karena gratis dan unik. Hihihi. Briefly, it’s mainly caused by my own expense.

Belum ada acara resmi, soal tempat mana saja yang paling mungkin dikunjungi dalam tempo 3 hari. Alhasil, itu adalah Malioboro dan sekitarnya, belanja buku di Shopping, Balai Budaya, Perpustakaan I-Boekoe, Candi Boko dan Merapi. Ada satu hari, saya tak pergi ke mana hanya membaca di Pondokan.

Liburan ke Yogyakarta itu benar-benar jauh dari apa yang dipengenin. Jauh banget, sejauh jarak  Denpasar – Yogyakarta itu. Dan belakangan saya nyadar dengan polosnya, bukan Kaul saja yang membuat saya harus balik ke kota sejuta nostalgia itu, tapi kangen yang entah. Hm, dan jadilah itu dalam satu puisi. Hihiii. Yang next time akan dikabarkan di sini. J

Yogyakarta saat itu sangat super padat sekali. Dan beneran deh, jangan datang di musim libur akhir pekan macam Desember.

Satu hal, bila kamu menemukan senja yang menawan dan hatimu benar-benar kesepian, tak ada pilihan: Jatuh Cintalah dengan Lelaki yang membuatmu sangat nyaman di Kota Berhati Nyaman. Khidmatkanlah dengan sederhana, sesederhana, kelipan lampu di tepian Kali Code atau bercahayalah seterang lampu – lampu kota yang hadirkan keramaian.

Kita akan ketemu lagi Yogyakarta dan kamu tentu saja.

*Lagi memilah kalimat dan gaya tuturan. Semoga bisa ditulis ulang lagi*

Masih, salam sejuta kasih

Astarini Ditha

Dermaga

One thought on “Dan Jatuh Cintalah, Saat Senja Begitu Menawan : Yogyakarta I

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s