Solemnity; Just A Simple 2012 Welcome


Pagi yang belum sempurna, Karangasem - Penyeberangan ke Nusa Gede

Seperti dua sahabat yang tibatiba ketemu; Hai darlingg. Boleh aku menyapaMu dengan ekspresi yang penuh binar?

Hai darlingg.

TelingaMu masih bising dengan suara petasan?

Sudah kamu tanggalkan semua makian di tahun kemarin?

Hm, apalagi, aha agendaMu sudah penuh dengan tinta warna warni dan tenggat  ke garis mati?

Hiew, Senyum  dulu. Jangan lupa buat Senyum.🙂

Lama ya, buat aku tidak membuat rekaman tentang hari – hari yang lewat. Yap, I give you permission to name Me as a laziest blogger.🙂

Dalam banyak jeda, aku merasa tiba.  Ya, aku benarbenar perenung yang utopis sekali.  Yang tak cakap juga untuk menghasilkan.

Pernah saat diupacarai; dengan tanda gelang putih melingkar di tangan, yang bertepatan juga dengan tanggal bulan kelahiranKu, aku tiba pada sebuah rasa syukur yang maha. Ibu, perempuan Bali, hidup, semesta dan segala yang begitu rumit untuk dijelaskan; melegakan aku, kadang untuk berdiam pada sebuah pilihan; suatu keyakinan.

Akulah yang profan itu bila disandingkan dengan kekudusan. Belum masaKu untuk menjenguk yang dinamai orang sebagai kesejukan, oase spiritual. Nah, belum masaKu pula untuk dinamai sebagai pencari spiritual. Lucu. Sebab akulah yang agnostik itu; seorang skeptis yang mengelana di rimba – rimba terjauh.

Apakah aku tengah menjadi seorang yang hipokrit; yang meracau tentang labirin labirin usang?

Maaf. Aku pun tengah merampungkan ingatan yang tercecer. Menganyam sejumlah catatan untuk bisa dikenang. Sayang, aku terpeleset di depan; meracau tentang hal yang tak penting. Darling, mari kita bicarakan tentang hal – hal yang sederhana saja. Misalnya, tentang patah hati. Mungkin itu akan lebih baik untuk kita tertawakan atau kita guyonkan saja? Tapi aku benar – benar patah hati dan begitu tidak tahu kalau aku ternyata jatuh cinta. Hiew, stupid!

Aku punya beberapa cerita. Semoga aku masih menyimpan ingatan itu. Atau Kau mau meminjamkan aku sebuah pansive seperti yang ada dalam dunia Harry Potter itu? Supaya sama sama kita lihat rekaman kejadian tempo lalu? Maka, sesungguhnya kitalah teka – teki itu.🙂

Baiklah, darling. Selamat menempuh harihari di tahun 2012 ini. Tetap diangkan hati, pikiran dan jiwaMu yang mulai cair.

Pada sebuah Rabu yang paling dini. Tulisan pertama di 2012. Aku benar – benar tengah mengasah ingatan untuk dituliskan. Sebuah mosaik yang belum rampung.

Salam Sejuta Kasih.

Astarini Ditha

3 thoughts on “Solemnity; Just A Simple 2012 Welcome

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s