Merdeka Atau Terbuntu



Sitiran puisi seseorang di status FB seseorang, yang saya pinjam. Indah. Perkenankan saya memajangnya.

Di meja segi empat, lalu ada yang berkata. “Menulis itu harus merdeka jangan merasa terintimidasi’. Tekanan yang absurd atau situasi yang tidak nyaman paling berpengaruh ke semangat kerja, menulis. Saya pribadi masih merasa menulis adalah gairah yang di antaranya ada rasa trance, puitika, kenyamanan dan punya nilai. Predominantly, saya lebih nyaman meniti langkah sebagai penulis.

Ini hari yang kikuk. Kata – kata pun benar – benar luput. Saya tahu, saya hanya butuh berada di rumah, saat – saat canggung seperti ini. Mengamati judul – judul satu persatu, membolak balik catatan lama duduk tetirah sebentar bercanda dan kembali duduk di depan layar. Suasana rumah yang nyaman selalu berhasil merayu saya trance untuk konsentrasi menulis. Karenanya, betapa alasan saya sederhana saja memilih rumah untuk menulis: tempat yang memerdekakan pikiran.

Karena proses menulis itu memang harus merdeka…

 

Hari yang kikuk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s