Memorabilia: Kopi Pagi Ini dan Malam Di Pinggir Kali


 

Merambat dan membesar, begitu kokoh

Pagi ini, ada yang mengepul dari
secangkir kopi di tangan. Kopi, bukan minuman yang saya konsumsi rutin, dan
juga tidak kecanduan. Menghela kantuk adalah keperluan, tidak sering. Di senin pagi
ini, ada yang mengepul, diamdiam memanaskan ingatan tentang percakapan purba
dan teman yang jauh di sana.

Ia, teman. Lelaki yang hangat
untuk sekadar teman berbagi cerita. Juga teman yang menyenangkan untuk
menghabiskan waktu – waktu yang tidak biasa. Kalajengking lain, teman bercakap
yang menyenangkan.

Sebulan kemarin, kami ketemu
lagi, di kota ini. Pertemuan kami kali ketiga. Tanah parahyangan,
membesarkannya. Masa sekolah dan kuliah ia tempuh di sana. Dia teman seorang
teman lama. Hingga satu waktu dia pulang ke tanah leluhurnya, kota di barat
peta. Kami bertemu, di pelataran toko buku. Waktu itu, rambutku masih panjang,
masih jadi mahasiswi tingkat akhir, seusai ujian skripsi. Kami ketemu dan
berbincang cukup lama di Angkringan pasar burung Sanglah. Seusai menjejak Batur
di hari kemerdekaan, beberapa hari setelahnya.

Kali kedua, beberapa bulan
setelahnya. Kami sempat bertemu, janjian di waring pojok dekat Jembatan di
Pasar Badung. Hujan lebat tiba – tiba. Dan aku sudah setengah perjalanan. Bisa
dipastikan, ada yang mesti digenapi selain janji. Kami ketemu dan ngobrol cukup
lama. Kopi ada di antara kami. Seperti percakapan – percakapan sebelumnya. Tapi
kali itu, dua kopi biasa itu bernilai benar – benar istimewa, pas sekarang
ketika dikenang. Ada satu yang aku inget: “Kalau orang maag, biasanya boleh minum kopi sedikit tapi gak pake gula…”

Pahit ya rasanya, kopi tanpa gula. Tapi,
sepahit apapun, apapunharam hukumnya buat dibenci. Selalu ada rasa pahit yang
menguatkan kemampuan lidah kita mencecap. Iya khan?

Lalu, kali ketiga. Tahun ini, di
Kitabuku kita ketemu. Ada yang berjarak. Tetapi karena jarak juga, yang membuat
kita leluasa bergerak; tidak menempel dan berdekatan. Yak? Aku menjabat
tanganmu, seperti sahabat lama yang baru ketemu lagi. Kita bicara seadanya.
Itupun dalam konteks sebagai penikmat acara. Di awal memang sempat ada basa –
basi. Seperti biasa. Mungkin aku, kamu sama – sama keluputan cara berkomunikasi
dengan kata – kata.

Seperti yang pernah lewat
kemarin, katamu dan kataku: “diam itu menenangkan dan melegakan. Meskipun
saling berdekatan, dengan tidak saling bicara, kadang kita sudah merasa lega
membagi yang berat itu…”

Wiew, lama banget gak melankolis
dengan menulis curhatan yang picisan. Aku kangen sekali dengan cerita –
ceritamu. Membaca catatan – catatanmu yang beralamat anonim. Suara jangkrik
yang kamu tanya. Apa kabarnya proyek “jangkrik” mu? Kita belum pernah jalan –
jalan ke Serangan bareng lho. Wah. Ada pengait yang mancing kepingan ingatan
ini.

Kopi  sudah dingin. Haris udah terlalu siang. Mari beranjak dan sesekali menyalami masa lalu.

Kamu, Made, selalu ada cinta yang universal dan
dasyat melintasi biner biner yang konservatif dan tentu saja menguatkan.
Menjelang purnama, kita selalu ketemu. Purnama punya janjinya pada malam.

Tepati dan jangan lalai.

Senang mengenalmu. Jadi ada satu
keterangan yang melengkapi ensiklopedi ini. Begitu juga baca catatan –
catatanmu, menumbuhkan senyum bikin menimangnimang. Di tanah Parahyangan, atau
di tanah leluhur atau di tanah impian, selalu ada pertemuan para pencari
seperti kita. Ketemu gak ya kita, lagi suatu hari nanti, tibatiba?

Hidup yang sehat ya, dan jangan sering –
sering menemani cahaya bulan sampai memudar. Jangan cepat “sakit” karena apapun
lelaki tangguh… :D  Salam.

Di persimpangan langkahku terhenti.* Satu
malam; Catur Muka, Emperan Pasar, Kerlap kerlip lampu taman, pandangan mataku
terjatuh di sana.  Menoleh ke belakang,
ada(kah) yang belum utuh seluruh aku susuri? Ada yang menumbuhkan tanya, masih…

September, 2011.  

 

*Lagu Kla, Yogyakarta yang memorabilia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s