Fragmen Pasar dan Bulan Purnama


Seseorang telah mencari bayangannya di antara terik dan jelaga:

A phase, in between... Ksiarnawa, Kasa 3.

dan mimpimimpi yang terkunci dalam laci bergiliran jadi basi…

“Ini kota duka. Bisa membuat orang gila”
Cala Ibi datang dalam percakapan rahasia di antara lalu lalang para pemanggul keluh.

Padahal, matahari jauh lebih tabah
seperti pintu,
selalu iklas melepas

:selain penyesalan juga waktuwaktu yang memutar cepat di arlojimu.

Apakah kau mendengarkan? Apakah kau mendengarkan?

Sejauh mana batas malam pada purnama kelima?

mereka yang senantiasa terjaga
menjaga hari dari lapar dari amuk dari piringpiring yang berkerontang di balik dapur

                                               ataukah mereka sedang mementaskan drama?
                                               : lakon lelaki yang suka menganiaya?

Batas malam pada purnama kelima: jeda cerita dari gigil dua pecinta dan hujan yang singgah di mata.

(Kamar bercat tiara, Antasura 2010)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s