Slippage, An Apology


Dearest love, 

Sebenarnya aku tidak boleh menggerutu lagi atau sesekali berprasangka.

Bukannya begitu ya, yang aku janjikan padamu?

Aha, betapa menyebalkannya kemalasan itu.

Dan betapa menyedihkannya pintu – pintu yang sudah dikunci, baru saja semenit tiba?

Aha, betapa menyebalkannya itu.

Dan kamu ingat, kisah di malam malam cemerlang itu:

Betapa si pandir itu menginginkan sang padma

Betapa ia memuja sang bulan dalam telaga

Aha, aku tidak mau menggerutu lagi. Dan ingin sekali menikam dalam dalam lalu melempar kemalasan itu.

Ingatkan selalu.

Betapa dirilah yang menjadi musuh.

Ingatkan selalu.

 

Di atas meja dan kasih di sepuluh jari.  :) 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s