Siang Yang Malas



Duhai pikiran yang jernih,

Beberapa jam yang siasia. Masih saja belum beranjak ke paragraf lain. Bolehkah aku merajuk, duhai pikiran yang jernih sekali ini saja biarkan aku larut dalam pekerjaan ini. Bolehkah aku merayu, biarkanlah konsentrasi jadi milikku sekarang. Di waktuwaktu yang pelit, yang paling sempit berbagi ruang lamunan dan tanggungan.

Siang yang malas.

One thought on “Siang Yang Malas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s