MOSAIK 204


Senja di Noelbaki

dari balik hari dan segenggam haru dalam diri…

Fragmen; Prolog

Lelaki, gelisahkah yang menancap dalam kepalamu, sebiji biru memori?

di ruang tunggu di antara kursikursi biru dan selasar gerbang

wajah perempuan sembunyi dalam lipatan halaman Eco

wajah lelaki dalam pahatan rumpun Asia

Detik jam dan detak semayam:

bercengkarama menipu waktu yang pelit.

Sayap sayap tanpa kepak bergiliran terbang

Sebentang pulau di ujung tenggara: tanah timur

Fragmen di antara lelaki lelaki lelaki

Siapakah si pandir?

siapakah sang bujang lara?

siapakah duhai yang tengah merenggut merayu luka?

siapakah wahai dalam perayaan kudus menjelma tangantangan biadab?

siapakah duhai engkau sang baik hati menjatuhkan sebutir pasir dalam mata?

siapakah duhai sang pengantar berhati kasih dalam marah yang pelan memecah?

Apakah arti sebuah nama,

seperti setangkai mawar

ataukah kisah sepasang kekasih

ataukah sebuah kebaikan dalam kamar 204

dan lelaki asing dalam selaput manis sempurna?

Lalu, sepotong syair menyihir :

Lingkaran kecil lingkaran kecil lingkaran besar…

Kenangan masa kanak, dan dua orang asing terjebak:

angka, pawai, 10 jam yang siasia atau kisah cinta dari restauran:

lelaki kesepian dan kekasih yang jauh,

berkalikali menjelma jeda

ruang hampa

di antara

isi kepala setengah gila

sebab, dalam segenap riuh ada bisik yang senantiasa menderas

: barisbaris angin

seperti doa yang berhembus di ujung malam dan cemerlang dari sang penyayang.

(128, hari kedua)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s