Yang Dicetuskan Angin Hari Ini


/satu/
: sebab hasrat diri telah lama mati!
“Pernah kau tangkap bayanganmu yang berlari mengejar tubuhmu. Yang selalu mengintai dari balik jelaga yang sangat pekat. Diam-diam menimpali setiap jejak yang kau mainkan menuju peraduan. Dan langit yang masih saja menyaksikan kebodohan-kebodohanmu, opera orang dungu yang selalu memainkan lakon yang tidak sesuai perannya. Ketika jerit ayam pejantan hanya sanggup mengusir kantuk yang menghinggapi matamu, tidak mengembalikan jiwamu yang benar-benar telah habis dikunyah malam yang bahkan lebih angker dari makam-makam keramat.”

Yang Dicetuskan Angin Hari Ini

/dua/
: sebab nurani telah lama pergi!
“kamu lihat cemara laut yang terus saja bergoyang dikecup angin, siang tadi. satu kecupan saja!tubuhnya bagai kesetanan, menagih dan terus menagih. benih macam apa yang ditanam di dasar akar-akar bakau itu: tempat anak cucuku, leluasa bercinta. kasmaran. bukankah angin selalu mengabarkan kerinduan akan kelahiran yang selalu menjelang di musim kawin.“

Antasura-Serangan 2009

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s