Bedah Buku Seri Puisi Jerman: Pemikiran Goethe


Mencari secerca jalan keluar di tengah kecamuk persoalan keduniawian bisa jadi membaca sebuah buku puisi merupakan alternatif yang patut dicoba. Karya sastra bergenre puisi acapkali dilabeli sebagai bahan bacaan dengan kadar kerumitan bahasa yang sulit dicerna kalangan awam. Sebaliknya, fungsi karya sastra, apapun genrenya salah satunya yakni untuk mencerahkan dan mencerdaskan masyarakat.
Tak dipungkiri dunia kesusastraan Indonesia begitu akrab dengan kesusastraan Barat. Sejumlah nama tokoh penyair maupun pemikir sastra Barat, umpamanya Jerman tampak begitu familiar di kalangan penyair maupun pemikir bahkan kalangan publik Indonesia. Rilke, Nietsche, Goethe adalah segelintir di antaranya.
Pelbagai upaya dalam memasyarakatkan puisi, salah satunya dengan mengadakan diskusi bedah buku puisi mulai tampak menggeliat. Seperti halnya gelaran acara bedah buku puisi Seri Puisi Jerman; Johann Wolfgang von Goethe yang diselenggarakan Komunitas Sahaja beserta Udayana Science Club bertempat di Aula Widya Sabha Fakultas Kedokteran Unud Jumat lalu.
“ Goethe bisa dibilang adalah sastrawan dan tokoh besar dunia asal Jerman,” tutur Sudiani mahasiswi Unud yang merupakan koordinator acara. Tambahnya, bedah buku puisi Seri Puisi Jerman ini merupakan proyek keempat yang digarap kerjasama antara Jerman dan Indonesia sebagai salah satu bentuk dialog dan pertukaran budaya, utamanya karya sastra; puisi antarbangsa.

Kampanye Budaya
Mencuri dari Goethe
Banyak karya-karya Goethe yang dicukil beberapa baitnya untuk dipinjam oleh sastrawan ataupun pemikir Indonesia. Bisa jadi ini mengindikasikan banyak pemikiran-pemikiran Goethe yang dikagumi atau dianut di Indonesia. Goethe tak saja piawai menggubah puisi dan karya-karya sastra, ia juga seorang politisi dan pemikir yang disegani pada jamannya. Sumbangsihnya terbilang banyak bagi dunia, khususnya yang didokumentasikan dalam bentuk tulisan.
“Karya-karya Goethe sangat menginspirasi”, tutur Sudiani yang juga aktif dalam dunia penulisan sastra. Pada jamannya pula, salah satu karya Goethe, novel cinta yang dalam bahasa Indonesia berjudul Penderitaan Pemuda Werther, memunculkan fenomena. “Banyak remaja di Jerman yang meniru tokoh Werther, bunuh diri. Cara berpakaiannya pun sempat menjadi trend”, terang Damshäuser.
Karya-karya Goethe yang terangkum dalam antologi Seri Puisi Jerman bertajuk Satu dan Segalanya ini, sarat akan perenungan mendalam perihal spritual, hakekat manusia, dan ajaran-ajaran filsafat. Khasanah intelektual Goethe amat luas. Meskipun ia tinggal di Jerman tapi ia amat menghargai peradaban Timur, utamanya Islam. “Lebih dekat menjadi islam bukanlah sebuah masalah di Jerman yang kala itu banyak menganut Nasrani” tutur Damshäuser.
Goethe beranggapan bahwa tidak ada dikotomi Barat dan Timur, bahwa Timur dan Barat berpilin/tak terceraikan lagi seperti bunyi salah satu bait puisinya, Diwan Timur dan Barat. Goethe begitu menghargai Islam, banyak puisi-puisinya yang bernafaskan Islam dan hal itu kentara dalam pilihan kata yang dipakai sebagai Judul.
Salah seorang peserta bahkan bertanya, perihal menggantikan dialog antaragama dengan dialog karya sastra untuk meredam konflik-konflik antaragama. “Bisa saja. Manusia akan lebih membuka diri, akan lebih tidak berprasangka dan terbuka di segala bidang”, tegas Damshäuser. Tambahnya lagi, meskipun tampak belum nyata terus bersuara lewat karya sastra tak boleh menyerah. “Kekerasan biasanya dipicu karena adanya doktrin kebenaran yang mutlak, yang mengabaikan hal-hal yang detil. Bahayanya lagi jika tak adanya dialog”, ujar Damshäuser.
Menurut Damshäuser, Goethe adalah sosok yang tidak mau berhenti di satu titik, tidak boleh ada stagnansi, tempat untuk berhenti. Alam, filsafat, manusia merupakan hal yang menjadi perhatiannya. Tak keliru jika menilai karya-karya ini sebagai dokumentasi dari sebuah perjalanan batin dan pemikiran yang mendalam. Bahkan Friedrich Nietzsche pun menulis, bahwa Goethe bukan saja tokoh maha besar, ia adalah sebuah kebudayaan. (A.Ditha)

5 thoughts on “Bedah Buku Seri Puisi Jerman: Pemikiran Goethe

      1. lah tmenq uda pernah beli buku puisinya Goethe yg uda ad terjemahannya….beli di penerbit horison sec online…

        Like

      2. Halo Mba Rahma.
        Kebetulan ini dulu bukunya beli pas ada acara diskusi bukunya ini di Dps – Bali. Mgkn bisa kontak penerbitnya langsung atau Institut Goethenya. Trims sudah berkunjung,🙂

        Salam,
        A.Ditha

        Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s