Hai!


image

Hai!

Saya ingin menyebut, today is such a relieving afternoon.

Posting terakhir saya di Blog ini adalah Juli kemarin tentang farewell partner cum tetangga saya.

Jauh merentang ke belakang dan kekinian, ada hal-hal yang belum saya dokumentasikan di Blog ini. Misalnya, melawat masa muda ibu saya di sebuah desa di kampung halaman, catatan perjalanan ke Kenawa, farewell di kantor lama dan catatan perjalanan ke Menjangan. Beside those things, tentu saja ada topik lain yang tidak kalah epic untuk didokumentasikan, ialah perihal asmara dan cinta cintaan. Ccciiicuuiiittt. :-P

Pasti akan ada yang isi yang Kontemplatif dan yaah sedikit filosofis, tiada lain adalah percakapan-percakapan absurd dengan sohib saya. 

Lalu. Di siang yang bersinar cerah ini marilah kita membersihkan hati agar…..

Hehe. Seneng banget rasanya senyum iklas. Ah, rindu siapa yang lebih bersabar dari Rembulan. :)

Sampai Jumpa!

aditha.

A Not Farewell Wording


image

Rasanya baru kemarin kita masih berada di Gili Trawangan, berlima – Mba Lilik, Mba Asma, Voris, Karin dan Akyu. Rasanya itu tahun kedua kami. Meskipun itu kali pertama kami liburan bareng. Fun! amazing! Dan itu adalah kali pertama Voris bisa nyebur ke laut. Juga Mba Asma dan Karin. Di Gili, kami bepergian seperti para karib lainnya. Mandi bareng, tidur bareng dan kegilaan lainnya.

Rasanya baru kemarin juga, aku masih jadi Junior – anak baru. Yang tiba tiba berubah jadi makhluk yang sangat konyol usil dan kerap bikin dongkol. Rasanya rasanya. Itu adalah 3 hampir 4 tahun lalu. Ketika kamu masih manis dan kurus. Dan diantara kami masih tetap ada yang single. Tapi kami sudah bersama dan berteman selama itu.

Kami kesal satu sama lain, marah juga lalu kami baik-baik saja. Terbiasa dengan kebiasaan-kebiasaan kami. Sifat dan karakter kami yang unik yang kami adaptasi dengan cara yang sudah kami tahu. Lebih dari delapan jam sehari kami habiskan. Senin ke Sabtu. Senin ke Jumat. Hangout. Makan. Gosip. Dan latihan ngedance!!

Yaa, itu adalah dagelan yang sangat memorable yang aku sendiri malu buat nontonnya. Akhir tahun 2012 ketika kami harus pentas di annual Party, kami menari dgn sangat lucu! I love it though.

Waktu cepat banget berputar. Umur kami yang cuma 22an berubah ke 26an. Setiap ulang tahun kami akan dijamu dengan lilin-lilin beserta kue dari mba lilik. Sudah berapa kue ulang tahun yang kami Tiup di tempat yang sama. Kami menyayangi satu sama lain, Yah dengan cara kami menghina satu sama lain hehehee. :-P

Lalu, datanglah tahun 2015 ini. Dimana banyak hal banyak berubah. Mba Asma udah ganti pacar. Eh udah nikah kilat aja. Dan kami turut bahagia dengan kabar bahagianya lainnya. Karin yang mesti menunda naik pelaminannya. Lalu, Mba Lilik yang akan pindah ke Mataram Lombok. Mba Asma yang pindah ke Jakarta. Kelopak kami yang lima, mulai rontok dalam arti eksistensi di satu gedung kantor. Saya yang juga pindah. :'(

Di suatu siang,  mba Lilik memperdengarkan sebuah lagu, The Avicii yang judulnya The Days. Saya pun mengunduhnya. Mendengarkan liriknya. Dan Voila, sebuah sabtu pagi akhir Juli saya sesenggukan di kamar mandi tiba-tiba ga mau berhenti. Cengeng!

Kita dulu pernah camping di Menjangan, sambil bikin video Hello Hello di pinggir pantai. Akyu senang, sekali.

Lalu akan datang hari itu lagi. Di mana kami Akan Camping lagi, Minggu dan Senin ini. Meski tanpa Mba Asma. :-(

Begitu. I’m gonna miss u all. Baik-baik ya semua (as mba asma always says that to us). I love you guys. :-)

ps: pls dnt cry. :-P

Keping Kesembilan: Diantara Ada


image

Pukul 00.44.

Menimbang-nimbang kalimat pembuka yang pas. Pegang Tanganku dari Nosstress. Dan tertekanlah tombol segitiga.

Hari hari yang biasa saja, bisa berubah jadi huru hara dengan sebuah pengalihan yang sempurna: rindu lama yang ampundeh sudah kadaluarsa!

Dalam sebuah artikel di NatGeo, jatuh cinta itu dimulai dari suatu reaksi yang begitu misterius di otak.

Tapi itulah masa muda. And yeah I might admit that we shall get drunk on our tears because youth is wasted on the young and bla bla bla bla…  Mungkin sebagian dari kita adalah sebuah lost star yang Sedang mencari definisi atau eh liriknya bilang try to Light up the dark ding. Hiiihiiii. Iyaaa, itu liriknya Lost Star Maroon5. :-D

Awalnya, saya tetiba rindu dengan seseorang. Sama seperti objek lain yang membuat saya penasaran, mesin pencari Google selalu bisa membuat saya berbinar ahaa! Hidup dan jejak rekam sesuatu baca: seseorang kadang bisa dilacak. Dan itu bagi saya kemudahan, ketika rindu menyerang. Membaca atau menemukan hal yang plus dan minus bisa mengembalikan kewarasan saya ke batas normal. Artinya, saya ga perlu terlalu menyemenye galau.

Hehe. Well, am getting older now. I have encountered many kind of broken hearted matters – live, love, study, and etc.  

Saya rindu almarhum kakek saya. Saya rindu dengan partner ngobrol yang absurd. Saya rindu pada kekonyolan lampau. Sejatinya, saya cuma rindu Kamu sekarang.

Pas masuk di lirik ini. Fiuhhh!

Pegang Tanganku…
Hentikkan tawamu sejenak
Sudah terlalu banyak tuk senang
Sudah saatnya merenung dan bersyukur…

Karna indah itu tak selalu ada
Senang itu sementara…

(Pegang Tanganku, Nosstress)

Terima Kasih Nosstress Bali. Lagu-lagunya di Perspektif Bodoh
II kiks sekali.

Tengah malam menuju Kamis Kliwon.

A.Ditha

Sarasvati di Bali


DSC_1167 (2)aDSC_1165 (2)
DSC_1162 (2)

Kamis malam kemarin, June 4, angin berhembus tidak pelan. Yang berderak, tangkai pohon – pohon. Di langit timur, cahaya bulan berpendar.

Menonton Sarasvati. Mereka membawa lagu-lagu mereka sendiri. Juga kolaborasi dengan musisi Perancis Gran Kino. Mendaulat kisah perjalanan Bujangga Manik. Dari Jawa sampai juga ke Bali. Begitu juga malam itu, namanya terdengar di Bali.

A.Ditha

Hal-hal yang Bukan Soal Perempuan Patah Hati Saja


Perempuan

Sabtu yang biasa saja. Satu set daftar main lagu – lagu Cold Play melayang melalui earphone. Saya putuskan, ini harus dilengkapi dengan bacaan yang ringan. Saya koreksi, bacaan yang menarik. Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi. Mari.

Di pertengahan cerita, saya berpikir: Aku adalah sosok yang sangat multi peran. Aku bisa menjadi seekor gajah, mantan pelacur, imigran, istri, banci dan seterusnya. Karena perkara realita banyak macamnya, maka terberkatilah kata-kata. Dengan imajinasi dan improvisasi sang penulis, tak ada yang lebih menyenangkan dari membaca kumpulan cerpen. Termasuk Kumcer dari Eka Kurniawan ini.

Banyak orang Indonesia yang menjadi imigran di Negara orang. Tidak Cuma persoalan mengejar ekonomi semata, tapi dalam beberapa cerita ada isu soal prostitusi, legalitas dan mungkin identitas. Ya, katakanlah kelamin adalah sebuah identitas seksual. Penafsir Kebahagiaan adalah bintang lima saya. Ada juga Pelajaran Memelihara Burung Beo dan La Cage aux Folles. Tiga cerpen itu punya kesamaan, sama-sama menuturkan kisah perantauan.  Continue reading

Life is Good: Padang Bai Karangasem


image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

image

Bulan empat tahun 2015.
Timur adalah arah yang dituju. Laut adakah kecintaan. Dan teman-teman seperjalanan adalah berkah. Karena hari-hari kadang menjemukan, maka datanglah hasrat berlibur.

Jumat pagi mendekati pukul sembilan, saya dan Angan, Dedek dan Raisa berangkat menuju pantai timur Bali. Padang Bay adalah tujuan. Berjalan merayap di jalanan Ida Bagus mantra, sebab jalan ditutup perihal upacara, belum bikin gentar. Lepas dari macet, kendaraan kami mampir di Pesinggahan, membeli bekal makan siang. Seporsi nasi terbayar 20 ribu, paket lengkap; nasi, sayur,kacang, sambal matah, pepes, dua macam sate. Berhenti di Pura Goa Lawah. Lalu lurus terus menuju Padang Bay.

White Sand Beach
Menuju ke pantai. Di pelataran parkir laut biru membentang di bawah. Alamaaaak! Warnanyaaa. Pasirnyaaa. Berasa jatuh cinta dan ekstase. duh Gusti Maha Baik. Menjelang pukul 12 kami tiba. Ombak begitu besar. Deburnya ampuh bikin teman saya keder ga mau nyemplung. Sehabis makan siang yang menggelikan, sebab air ombak menerjang tempat kami bersantai – dengan aneka rupa makanan dan hape yang tergelar di atas kain, wushhh nasi sambrag dan hape basah. Okay. Its ridiculous! Karena tidak tahan, melajulah saya. Agak berdebar, pasang masker dan yuhuuuuu Airnyaaa bersih jernih. Banyak ikan. Tapi sayang, koralnya sedikit nyaris tak ada dan bahkan rusak datar. Hanya ada ikan ikan hias yang mencucuti sisa remis di batu. Aaaaak lautnya cakep bangettt. Pengunjung kebanyakan adalah westerners, beberapa abege pun datang suka suka buat foto. Oya, di sana ada penyewaan masker kok tapi tanpa fin dan guide. Jadi hati hati aja kalau mau berenang. Warung makan juga ada. Wece pun ada, tapi airnya air laut. Pukul tiga kami beranjak ke pantai Blue Lagoon.

Blue Lagoon Beach
Jalan menanjak dengan bayar tiket masuk dua kali. Weh! Karena mungkin hari sudah sore ya, pantainya agak gelap. Mungkin karena dipagari batu menjulang, stalaktik dan pohon-pohon. Dan ya ampun kotor banget! Catatan: Jumat 3 April 2015 pkl 3.30 sore hari Purnama Kedasa. Pasirnya kotor banyak sampah. Lautnya juga kotor banyak sampah. Sedih sangat sedih. Kenapa tempatnya jadi begitu. Masuk ke dalam air, sebelumnya harus berhati-hati. Di bibir pantai karang-karang yang lumayan tajam dan agak licin mesti diwaspadai. Atau pas volume air udah cukup untuk berenang, langsung aja berenang. Tapi mesti hatihati juga. Karang di Blue Lagoon masih ada yang berwarna, mekar besar masih ada pemandangan yang bisa dinikmati untuk diam berlamalama ngeliatinnya. Ikan ikan juga masih ada. Tapi sayang banget sampah berserak mengambang di mana-mana. Hatihati ada uburubur putih kecil yang bikin gatal. Kemarin pas saya Snorkeling di Blue Lagoon, ada aja bule yang berdiri dengan finnya di atas bunga karang. Ish. Langsung aja itu dia aku kasih tahu buat ga berdiri disana. Ada juga cowok lokal dengan stick bambu atau kayu mengapung menusuk nusuk koral, aku liatin dia lama banget dan dia akhirnya pergi dengan gangnya. Pantai di sana, agak sempit dan gelap. Yang bagus pemandangan karangnya. Pasirny memang putih, tapi sayang banyak sampah.

Destinasi terakhir: Jasri. Kami Menuju Choco Factory. Bermain ayunan. Menikmati bulan purnama di ufuk yang menuju di atas dek kapal. Ah life is good. And God must be so creative.

Begitu lelah dan perih tersengat matahari. Kami pulang menuju rumah.
Karena, hidup harus dihidupi dengan hal hal yang luar biasa. Terima Kasih Alam yang luar biasa pengasih dan Menakjubkan. Jadilah pejalan yang bertanggung jawab. Jangan jadi egois untuk merusaknya saja tanpa peduli padanya. :-D

Salam,

A.Ditha

Lelaki Harimau: Sebuah Surealisme


image

Eka Kurniawan adalah awal pertama saya membeli buku ini. Lalu judulnya, Lelaki Harimau membuat saya menaikkan alis sebelah. Lalu membaca narasi singkat di sampul belakang, saya putuskan untuk membaca isinya.

Ada harimau di dalam tubuhku.

Tafsir adalah ruang yang tak terbatas. Fiksi adalah ruang yang bebas memperlakukan imajinasi. Well, setidaknya dari Lelaki Harimau, ada sebuah nilai yang saya timbang-timbang. Kadang Surealisme punya sisi tak terduga yang punya kaitan erat dengan diri kita, laku kita.

Adalah Margio sosok protagonis di sini. Ia adalah anak sulung. Anak lelaki. Pekerja keras. Penggiring babi yang sangat dihandalkan. Seorang pecinta. Sekaligus seorang pembunuh yang kejam.
Ia besar oleh sikap keras dan perlakuan kasar ayah kandungnya serta potret ibunda yang melulu muram dan menderita oleh sisaan sang suami.
Fenomena yang sederhana, bercerita tentang nasib buruk sebuah keluarga. Lika liku impian yang digembungkan dan dihempaskan, bumbu mitos, realitas yang dekat, drama cinta tak sampai, perselingkuhan, adalah benang rajutan dari Lelaki Harimau.
Yang suka dari sang penulis, adalah gaya yang ia pakai; flashback. Rajutan- rajutannya padu.

Sebagai pembaca yang sekadar, gaya yg dipakai utk menyuguhkan isu-isu di atas sangat menarik. Saya terkesan pada isi setiap bab. Ending sudah ditampilkan di awal. Masuk ke pengenalan, sejarah singkat lalu penutup. Margio adalah sosok yang dengan polosnya mengaku bahwa ada harimau di dalam tubuhnya, tubuh manusianya.

Selamat membaca.

A. Ditha